![]() |
| Malaysia Ingin Klaim Lumpia Semarang |
Generasi kelima pewaris kuliner lumpia Semarang, Cik Me Me, menyesalkan pernyataan Menteri Malaysia, Datuk Seri Mohamed Nazri, yang menyebut Indonesia harus tutup mulut mengenai protes klaim lumpia Semarang di Kantor Kedubes Malaysia Jakarta beberapa waktu lalu.
“Aksi kemarin di Jakarta itu mandiri karena tanggung jawab kami sebagai pewaris Lumpia Semarang. Kami hanya ingin suarakan bahwa Lumpia adalah warisan budaya leluhur kami," kata pengelola Lumpia Semarang, Cik Me Me, Sabtu (7/3/2015).
Cik Me yang mengaku sebagai pewaris generasi kelima kuliner Lumpia itu menyatakan protes yang dilayangkan sebagai bentuk kebebasan warga negara menyampaikan pendapat. Pihaknya tak ingin tutup mulut seperti jawaban yang dilayangkan Menteri Malaysia tersebut.
Protes klaim Lumpia juga sebagai bentuk tanggung jawabnya untuk melestarikan budaya tersebut. Bagi Cik Me, Lumpia adalah kuliner yang ditemukan oleh leluhurnya Tjoa Thay Joe dan Mbok Wasi pada 1870. Dia tak ingin silsilah lumpia yang ada tiba-tiba diklaim sepihak oleh Malaysia sehingga menghilangkan warisan leluhurnya.
Lumpia adalah penganan berupa dadar yang diisi daging, rebung, dan sejumlah bahan lain, lalu digulung dan biasanya digoreng. Penganan ini adalah hasil kreasi pasangan Tjoa Thay Joe dan Mbok Wasi, engkong buyut Cik Me Me, pada tahun 1870.
Silsilah penerus lumpia Semarang semakin jelas bahwa Cik Me Me juga adalah generasi penerus ketiga dari lumpia Mataram dari ayahnya, yakni Maestro Chief Tan Yok Tjay.
Menurut dia, aksi damai itu tidak ada hubungan dengan segala kebijakan pemerintah Indonesia. Protes soal klaim lumpia adalah wujud tanggung jawabnya sebagai generasi penerus kelima lumpia Semarang.
"Malaysia perlu bercermin sudah berapa jumlah karya seni dan warisan budaya Indonesia yang sepihak diklaim Malaysia. Sebagai sahabat, kami ingin mengingatkan saja," terangnya.
Sebelumnya, kelompok Forum Masyarakat Peduli Budaya Indonesia (Formasbudi) menggelar aksi protes di Kedubes Malaysia soal rencana negara jiran itu untuk mengklaim Lumpia menjadi warisan budaya mereka.
Sebagai bahan protes, Formasbudi kemudian membawa sejumlah lumpia berbeda Indonesia. Mereka membagi-bagikan lumpia, salah satunya kepada Polisi Diraja Malaysia yang berjaga di Kedutaan tersebut.
Menteri Malaysia Datuk Seri Mohamed Nazri Aziz sempat berkomentar bahwa protes soal lumpia seharusnya tidak dilakukan karena Indonesia dan Malaysia satu kesatuan dalam bingkai Nusantara. Mereka meminta warga Indonesia tutup mulut sebab jika mulai menuntut Lumpia, mereka juga mengingatkan soal bahasa Indonesia yang berasal dari Bahasa Melayu.
Isu klaim lumpia pertama kali muncul saat aksi protes di Kedubes Malaysia beberapa waktu lalu. Cik Me Me mengaku mendapatkan informasi dari tenaga kerja Indonesia di Malaysia, bahwa penganan khas Kota Semarang itu akan diklaim Malaysia.
"Malaysia perlu bercermin sudah berapa jumlah karya seni dan warisan budaya Indonesia yang sepihak diklaim Malaysia. Sebagai sahabat, kami ingin mengingatkan saja," terangnya.
Sebelumnya, kelompok Forum Masyarakat Peduli Budaya Indonesia (Formasbudi) menggelar aksi protes di Kedubes Malaysia soal rencana negara jiran itu untuk mengklaim Lumpia menjadi warisan budaya mereka.
Sebagai bahan protes, Formasbudi kemudian membawa sejumlah lumpia berbeda Indonesia. Mereka membagi-bagikan lumpia, salah satunya kepada Polisi Diraja Malaysia yang berjaga di Kedutaan tersebut.
Menteri Malaysia Datuk Seri Mohamed Nazri Aziz sempat berkomentar bahwa protes soal lumpia seharusnya tidak dilakukan karena Indonesia dan Malaysia satu kesatuan dalam bingkai Nusantara. Mereka meminta warga Indonesia tutup mulut sebab jika mulai menuntut Lumpia, mereka juga mengingatkan soal bahasa Indonesia yang berasal dari Bahasa Melayu.
Isu klaim lumpia pertama kali muncul saat aksi protes di Kedubes Malaysia beberapa waktu lalu. Cik Me Me mengaku mendapatkan informasi dari tenaga kerja Indonesia di Malaysia, bahwa penganan khas Kota Semarang itu akan diklaim Malaysia.
Website sementara masih dalam kondisi perbaikan, untuk sementara website utama beralih ke Jumbo Cell
Sign up here with your email

Tata Cara Berkomentar :
1. Berkomentarlah dengan sopan santun.
2. Jangan mengunakan link hidup ( Otomatis Spam ).
3. Usahakanlah untuk berkomentar.
Thanks You for visit.
Out Of Topic Show Konversi KodeHide Konversi Kode Show EmoticonHide Emoticon