Pelaku seperti sengaja menombak ke perut bagian kiri dan pangkal kaki depan sebelah kanan yang membuat luka sedalam 10 sentimeter.
"Kerbau-kerbau ini memang kerap dilepas untuk berjalan-jalan, dan saat berada di Solo Baru, ditombak oleh orang tidak bertanggung jawab, menggunakan tombak besi berkarat," ujar Satryo saat ditemui di Sitinggil Alun-alun Kidul, Selasa (4/11/2014).
Seusai dikabarkan mati, Satryo menambahkan, Kebo Kyai Bodong langsung dibawa dari Solo Baru menuju ke Sitinggil Alun-alun Kidul Keraton Surakarta. "Saat itu, hujan deras sekali, langsung kami bawa ke Sitinggil menggunakan mobil L 300. Saat masuk ke Alun-alun Kidul, hujan langsung berhenti," sambungnya.
Seusai dibawa ke Sitinggil Kidul, Kyai Bodong langsung dimakamkan di sekitaran Sitinggil Kidul. Satryo juga mengucapkan terima kasih kepada warga sekitar Taman Seruni, Solo Baru, yang telah merawat, bahkan memberi makan Kyai Bodong saat sekarat seusai ditombak.
Kyai Bodong meninggal pada usia 65 tahun dan meninggalkan sembilan kerbau keturunan Kyai Slamet lainnya. "Usia dapat dilihat dari garis di tanduknya. Satu garis menandakan lima tahun usianya, dan Kyai Bodong ini merupakan kerbau yang memiliki bodi besar dan gagah," tandasnya.
Website sementara masih dalam kondisi perbaikan, untuk sementara website utama beralih ke Jumbo Cell
Sign up here with your email

Tata Cara Berkomentar :
1. Berkomentarlah dengan sopan santun.
2. Jangan mengunakan link hidup ( Otomatis Spam ).
3. Usahakanlah untuk berkomentar.
Thanks You for visit.
Out Of Topic Show Konversi KodeHide Konversi Kode Show EmoticonHide Emoticon