![]() |
| Valentine Day, Banyak Promo Coklat Gratis Kondom |
Menjelang perayaan Hari Kasih Sayang atau yang dikenal sebagai Valentine Day, tersebar informasi mengenai pembelian cokelat gratis kondom. Paket tersebut ditemui di sejumlah minimarket-minimarket.
Di dalam foto yang beredar luas, cemilan cokelat dan kondom dibungkus plastik dan diikat pita merah muda. Secara tampilan memang sangat menggoda. Bagaimana tidak, dua warna khas Valentine yaitu merah muda dan cokelat dipadukan.
Pembagian kondom lewat produk cokelat itu terjadi di berbagai kota. Ada yang menemukan di Yogyakarta, Bandung dan juga di Malang. Semua lokasi tersebut dikenal dengan jumlah pelajar dan mahasiswanya.
Paket tersebut terdiri dari dua batang cokelat Silverqueen dan diselipkan kondom Fiesta dan dikemas dalam bungkus plastik dan diikat pita merah muda. Informasi ini sudah tersebar luas di media-media sosial.
Ketua Umum Gerakan Perempuan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Welya Safitri menyebut, peredaran cokelat berhadiah kondom itu melampau batas norma. Apalagi dijual secara bebas di minimarket dan supermarket. .
“Coklat berhadiah kondom itu di luar norma, untuk apa dibuat seperti itu?” katanya, Kamis (5/2/2015).
Ia menilai, ada norma-norma yang dilanggar ketika remaja terjerumus dengan hal-hal berbau Valentine. Mulai dari norma agama dan norma Indonesia yang menganut budaya ketimuran.
Welya mengajak remaja Indonesia agar menggunakan usia remaja dengan melakukan hal-hal yang bermanfaat karena usia remaja merupakan usia emas yang tidak dapat terulang.
Pihak DKT Indonesia, yang memiliki produk kondom Fiesta, langsung menyebarkan klarifikasi. Dalam rilis yang diterima, pihak DKT membantah ikut dalam program tersebut.
“Kondom Fiesta selaku produk dari DKT Indonesia ingin memberikan penjelasan terhadap berita yang beredar saat ini di media sosial tentang promosi paket valentine berupa dua buah coklat dengan satu bungkus kondom Fiesta. Berita tersebut tidak benar, tidak pernah diadakan sebuah kerjasama atau promosi dalam bentuk apapun di Indonesia antara produk Fiesta dengan produsen coklat,” tulis DKT Indonesia.
“Kami ingin meluruskan isu ini kepada rekan rekan media sekalian agar dapat disebarluaskan secara bertanggung jawab,” pungkas rilis tersebut.
Hal ini lantas mengundang perhatian masyarakat luas. Orang Indonesia yang mayoritas masih memegang budaya ketimuran, menilai perilaku market dalam menjual barang seperti itu tabu atau tidak pantas.
Pembagian kondom lewat produk cokelat itu terjadi di berbagai kota. Ada yang menemukan di Yogyakarta, Bandung dan juga di Malang. Semua lokasi tersebut dikenal dengan jumlah pelajar dan mahasiswanya.
Paket tersebut terdiri dari dua batang cokelat Silverqueen dan diselipkan kondom Fiesta dan dikemas dalam bungkus plastik dan diikat pita merah muda. Informasi ini sudah tersebar luas di media-media sosial.
Ketua Umum Gerakan Perempuan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Welya Safitri menyebut, peredaran cokelat berhadiah kondom itu melampau batas norma. Apalagi dijual secara bebas di minimarket dan supermarket. .
“Coklat berhadiah kondom itu di luar norma, untuk apa dibuat seperti itu?” katanya, Kamis (5/2/2015).
Ia menilai, ada norma-norma yang dilanggar ketika remaja terjerumus dengan hal-hal berbau Valentine. Mulai dari norma agama dan norma Indonesia yang menganut budaya ketimuran.
Welya mengajak remaja Indonesia agar menggunakan usia remaja dengan melakukan hal-hal yang bermanfaat karena usia remaja merupakan usia emas yang tidak dapat terulang.
Pihak DKT Indonesia, yang memiliki produk kondom Fiesta, langsung menyebarkan klarifikasi. Dalam rilis yang diterima, pihak DKT membantah ikut dalam program tersebut.
“Kondom Fiesta selaku produk dari DKT Indonesia ingin memberikan penjelasan terhadap berita yang beredar saat ini di media sosial tentang promosi paket valentine berupa dua buah coklat dengan satu bungkus kondom Fiesta. Berita tersebut tidak benar, tidak pernah diadakan sebuah kerjasama atau promosi dalam bentuk apapun di Indonesia antara produk Fiesta dengan produsen coklat,” tulis DKT Indonesia.
“Kami ingin meluruskan isu ini kepada rekan rekan media sekalian agar dapat disebarluaskan secara bertanggung jawab,” pungkas rilis tersebut.
Hal ini lantas mengundang perhatian masyarakat luas. Orang Indonesia yang mayoritas masih memegang budaya ketimuran, menilai perilaku market dalam menjual barang seperti itu tabu atau tidak pantas.
Website sementara masih dalam kondisi perbaikan, untuk sementara website utama beralih ke Jumbo Cell
Sign up here with your email

1 comments:
Click here for commentscocok banget dipadukan ya !!
Tata Cara Berkomentar :
1. Berkomentarlah dengan sopan santun.
2. Jangan mengunakan link hidup ( Otomatis Spam ).
3. Usahakanlah untuk berkomentar.
Thanks You for visit.
Out Of Topic Show Konversi KodeHide Konversi Kode Show EmoticonHide Emoticon